PS 2026 - SIMEULUE | Tokoh masyarakat dan pendidikan Kabupaten Simeulue, Dr. Amin Haris, M.Pd, menyayangkan masih minimnya perhatian terhadap Kecamatan Alafan, wilayah paling barat Pulau Simeulue yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan infrastruktur dan layanan dasar.
Pendiri Politeknik Kelautan dan Perikanan Simeulue itu menilai, meskipun sejumlah anggota DPR Aceh, DPR RI, dan DPD RI telah beberapa kali melaksanakan reses di Simeulue, namun Kecamatan Alafan masih jarang menjadi lokasi kunjungan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
"Ribuan masyarakat Alafan juga ingin didengar dan diperhatikan. Jangan hanya mengunjungi daerah yang mudah diakses, tetapi datanglah melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah yang masih tertinggal," ujar Dr. Amin Haris.
Menurutnya, kondisi jalan menuju Alafan masih memprihatinkan. Sebagian ruas jalan belum diaspal, rusak parah, berlumpur saat musim hujan, dan sulit dilalui kendaraan. Bahkan ruas jalan dari Desa Lubuk Baik menuju ibu kota Kecamatan Alafan di Desa Langi hingga Desa Serafon banyak mengalami kerusakan yang menghambat aktivitas masyarakat.
Selain itu, sejumlah jembatan masih bersifat darurat dan dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Di sisi lain, pasokan listrik masih sering padam dan jaringan telekomunikasi, khususnya sinyal seluler, masih sangat terbatas di beberapa wilayah.
Dr. Amin Haris menegaskan bahwa pembangunan jalan dan jembatan merupakan kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat Alafan. Infrastruktur yang memadai akan membuka akses ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan pembangunan tidak boleh terhambat oleh alasan status kewenangan jalan, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat.
"Yang dibutuhkan masyarakat adalah perjuangan dan kepedulian. Datanglah ke Alafan, lihat langsung kondisi yang dihadapi warga setiap hari. Kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat adalah bentuk perhatian yang sangat berarti," katanya.
Menurut Dr. Amin Haris, masyarakat Alafan tidak menuntut janji-janji besar. Mereka hanya berharap pembangunan dilakukan secara lebih merata dan para pemimpin memiliki kepedulian untuk melihat langsung kondisi daerah yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. (*BS)