Lahan Kosong Tak Dimanfaatkan, Pedagang Terpaksa Berjualan di Area Parkir Pra PORA Simeulue - Situhuk
PORTAL SITUHUK
Memuat berita terkini...

Breaking

Gambar Tampilan Penuh

BERITA UTAMA

Selasa, 01 Juli 2025

Lahan Kosong Tak Dimanfaatkan, Pedagang Terpaksa Berjualan di Area Parkir Pra PORA Simeulue

 

PORTAL SITUHUK - Simeulue | Event olahraga dayung Pra PORA Aceh 2025 yang digelar di Kabupaten Simeulue sejak 29 Juni hingga 4 Juli 2025 menjadi momen bersejarah bagi daerah kepulauan ini. Sebanyak 11 tim dari kabupaten/kota se-Aceh turut ambil bagian dalam perlombaan yang dipusatkan di Teluk Sinabang pelabuhan logistik (Pelabuhan Ferry Lama) kawasan Simpang Lima, Kota Sinabang. Selasa, (1/7/2025).



Antusiasme masyarakat tampak luar biasa. Warga dari kota hingga pelosok desa berbondong-bondong datang untuk menyaksikan lomba dayung yang berlangsung di perairan pelabuhan tersebut. Namun di tengah euforia itu, muncul persoalan penataan lokasi bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangan mereka di area parkir.

Para pedagang memanfaatkan lahan parkir pengunjung untuk membuka lapak dagangan, sehingga kondisi di sekitar lokasi lomba menjadi semrawut dan menyulitkan pengunjung yang hendak memarkir kendaraan.


Padahal, di dalam kompleks pelabuhan terdapat lahan kosong yang cukup luas dan bisa difungsikan untuk menampung pedagang. Jika dimanfaatkan secara baik, para PKL bisa ditata berjejer di pinggir pagar pelabuhan memberikan tampilan yang lebih rapi dan tidak mengganggu area parkir.



"Seandainya kami diizinkan berjualan di dalam area pelabuhan, khususnya di pinggir pagar, pasti lebih tertata rapi. Kami terpaksa berdagang di tempat parkir karena tidak ada lokasi lain. Padahal di dalam masih ada lahan luas yang kosong, tapi tidak dimanfaatkan," ujar salah seorang pedagang. Selasa, (1/7/2025)

Keberadaan pedagang di area parkir tidak hanya membuat lokasi parkir menjadi sempit dan berantakan, tetapi juga mengurangi kenyamanan pengunjung. Penataan yang kurang matang ini menjadi catatan penting bagi pihak penyelenggara, khususnya Pemerintah Kabupaten Simeulue sebagai tuan rumah.



Dengan jumlah pengunjung yang tinggi dan potensi ekonomi yang besar dari kegiatan ini, seharusnya Pemkab Simeulue dapat mempersiapkan segala aspek secara lebih optimal mulai dari lokasi pertandingan, area pedagang, tempat parkir, hingga keamanan. Dengan perencanaan yang matang, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. (PS).